Sabtu, 8 Desember 2007 lalu aku wisuda. Aneh, biasanya orang seneng kalo wisuda. Tapi kali ini aku ngrasa biasa aja, gak interest, no semangat, gak ada spesial ato gregetnya blas. Mungkin karene jarak waktu yang cukup lama antara selesai TA (Juli 2007) ama wisuda, kelamaan nunggu jadi senengnya dah abis. (^o^); … Ato mungkin karena wisuda dilakukan di lantai 9 gedung STIKOM yang masih juga dalam lingkup kampus. Kuliah dah di kampus, praktikum di kampus, kerja praktek di kampus, kerjo di kampus, TA di kampus, eh wisuda kok ya di kampus. Hmmm….

Di wisuda yang ke XX ini, aku didaulat ama para panitia jadi pembaca Janji Wisudawan. Ini juga yang aneh, padahal suaraku yo gak gitu nge-bass malah mekso disuruh baca. Isi janjinya juga serem-serem lagi, gimana kalo aku gak bisa nepati hayo… Tapi secara keseluruhan, aku berhasil baca tuh janji dan diikuti semua wisudawan. (^_^)

Meskipun aku berhasil lulus dengan nilai yang cukup memuaskan, sehingga aku bisa duduk di baris A dan ortuku duduk di kursi istimewa beserta para ortu dari wisudawan laen di baris A. Tapi aku cukup sedih, apalagi saat wisuda mau berakhir, ada seorang paduan suara yang mulai nyanyi lagunya Sherina - Andai Aku Besar Nanti. Damn, siyal, entah suaranya yang bagus ato aku terhanyut dengerin lirik tuh lagu, kok yo tiba-tiba mata jadi berair. Gak cuma aku aja se, temen-temen juga ada yang telah sesenggukan dan nangis. Walah…

Yang jelas aku malu, udah gede kayak gini, blum bisa kasih kebahagiaan ke ortu. Blum bisa ngasih apa-apa ke ortu, blum bisa bikin bangga ortu. Aku tau ortuku dah ngasih yang terbaik buat aku sehingga aku bisa jadi ampe sekarang ini. Tapi, aku blum bisa balas apa-apa. Hmm… Jadi berair lagi nih mata, duh…

Ya Allah, lindungi dan sayangi orang tuaku sebagaimana mereka melindungi dan menyayangiku dari kecil. Amien.

===============================

Sherina - Andai Aku Besar Nanti

Andai aku t’lah dewasa
Apa yang ‘kan kukatakan
Untukmu idolaku tersayang
Ayah… Oh…

Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu

Oh… Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s’lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku

Andai aku t’lah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu
Kau s’lalu kucinta

Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu

Oh… Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s’lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku

Andai aku t’lah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu, setulus kasih sayangmu
Kau s’lalu kucinta

I love you, Ayah… I love you, Bunda…